Wajah marketplace telah berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai shopping sale digelar pada tanggal-tanggal cantik atau momen khusus, menawarkan promo dengan harga super miring.
Namun, jika diperhatikan, sebenarnya tidak semua barang yang dipromosikan benar-benar dibutuhkan. Lalu, mengapa banyak orang tetap membelinya?
Mengenal Apa itu Belanja Impulsif
Belanja impulsif adalah perilaku membeli sesuatu secara spontan, tanpa perencanaan, dan biasanya dipicu oleh emosi sesaat seperti senang, penasaran, takut kehabisan, atau merasa sedang mendapat kesempatan langka.
Dalam belanja impulsif, keputusan membeli dibuat cepat, tanpa memperhatikan kebutuhan sebenarnya atau kondisi finansial.
Tanda-Tanda Belanja Impulsif
Belanja impulsif kini menjadi perilaku yang sangat umum. Ini mengacu pada pembelian barang yang tidak direncanakan sebelumnya, yang sering kali dipicu oleh promo yang terasa menggoda dan sayang untuk dilewatkan.
Beberapa ciri khas belanja impulsif di antaranya:
- Membeli lebih banyak dari yang telah direncanakan
- Sering mengunjungi toko baik online maupun offline yang memicu hasrat belanja
- Merasa puas secara instan setelah melakukan pembelian tak terencana
- Sering mengembalikan barang atau menyesali barang yang telah dibeli
Baca Juga: Kecanduan Belanja Termasuk Gangguan Mental, Kenali Tanda-Tandanya
Penyebab Suka Berbelanja Barang Promo
Beberapa faktor psikologis mendorong seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, terutama saat melihat label "promo". Faktor-faktor tersebut di antaranya:
Adanya kesenangan sesaat
Tak dapat dipungkiri, berbelanja terutama secara impulsif bisa memberi perasaan senang, meski hanya sementara. Aktivitas ini memicu pelepasan dopamin, neurotransmitter yang bertanggung jawab atas perasaan bahagia dan puas.
Sensasi ini menjadi adiktif, dan mendorong untuk terus berbelanja demi merasakan kepuasan tersebut.
Sulit menolak godaan
Penawaran harga menarik, terutama saat diskon besar sering kali sulit diabaikan. Paparan iklan harian, memperkuat keinginan untuk membeli.
Selain itu, para ahli juga berpendapat bahwa pembeli impulsif cenderung sangat peka terhadap citra sosial. Mereka kerap berbelanja bukan karena kebutuhan, melainkan untuk menjaga atau meningkatkan status di mata orang lain.
Baca Juga: Ketahui Jenis-Jenis Kecanduan Belanja
FOMO
Fear of Missing Out (FOMO) adalah perasaan cemas bahwa orang lain sedang menikmati pengalaman atau kesempatan yang tidak kita miliki. Kampanye belanja seperti Black Friday, 11.11, atau 12.12 yang ramai di media sosial memperkuat rasa ini.
Akibatnya, meski tidak benar-benar membutuhkan barang tersebut, seseorang tetap membeli hanya agar tidak merasa ketinggalan.
Ketertarikan akan hal baru
Manusia mudah bosan. Bahkan jika barang lama masih berfungsi dengan baik, hasrat untuk memiliki sesuatu yang lebih baru, entah karena tren, fitur terbaru, atau sekadar tampilan berbeda, sering mendorong pembelian impulsif. Contohnya, membeli sepatu atau gadget baru padahal yang lama masih layak pakai.
Ingin merasa istimewa
Memiliki barang edisi terbatas atau langka memberikan sensasi eksklusif. Banyak orang rela antre berjam-jam atau membayar lebih mahal hanya untuk menjadi salah satu dari pemilik item yang dilabeli langka.
Perasaan unik ini memperkuat harga diri dan memberikan perhatian sosial. Pada gilirannya, juga membuat Anda terdorong untuk terus belanja.
Itulah beberapa alasan mengapa kita mudah tergoda berbelanja saat ada promo. Jadi, sebelum menekan tombol beli, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah saya benar-benar membutuhkan ini, atau hanya tergiur harga murahnya?"
Apabila Anda memiliki kesulitan untuk mengontrol hasrat belanja dan pada akhirnya mengganggu kondisi finansial, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter atau psikolog. Anda juga bisa memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan Ai Care yang tersedia di App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!
- dr Hanifa Rahma
Help Guide (2025). The Psychology of Fear of Missing Out (FOMO). Available from: https://www.helpguide.org/mental-health/wellbeing/fear-of-missing-out-fomo
Cleveland Clinic (2024). How To Tell if You’re Addicted To Shopping. Available from: https://health.clevelandclinic.org/shopping-addiction
Elizabeth Hartney, BSc, MSc, MA, PhD (2024). The Difference Between Impulsive and Compulsive Shopping. Available from: https://www.verywellmind.com/difference-between-compulsive-and-impulsive-shopping-22336